Inter Milan

MY FAVORITE CLUB - FC Internazionale Milano

Position
7
Play
18
Win
9
Draw
3
Lost
6
Goal Drought
7
Points
30
Inter Milan didirikan pada 9 Maret 1908 dengan nama Internazionale Milano Football Club. Berdirinya Inter dipicu dari terpecahnya anggota Milan Cricket and Football Club yang sekarang dikenal sebagai AC Milan. Beberapa dari tokoh pendiri Milan yang terdiri dari orang-orang Italia dan Swiss tidak ingin pemain asing bermain di AC Milan. Mereka pada akhirnya memilih keluar dan mendirikan klub baru. Nama Internazionale diambil dari keinginan pendiri-pendirinya yaitu ingin membuat klub sepak bola yang terdiri dari pemain yang berasal dari berbagai negara luar.

Klub yang dijuluki La Beneamata ini menjadi klub terbaik di Italia pada musim 1919-20. Inter Milan berhasil menyabet gelar scudetto pertamanya pada musim 1909-10.

Usai bergabung dengan klub lokal Unione Sportivo Milanese di tahun 1928, Inter berganti nama menjadi Ambrosiana Inter. Inter tetap berhasil merebut gelar ketiga di musim 1929-30. Dan untuk pertama kalinya Inter berhasil meraih Coppa Italia di musim 1938-39, kala itu Inter diperkuat oleh striker legendaris, Giuseppe Meazza.

Semenjak tahun 1942 hingga saat ini, nama Ambrosiana-Inter tidak lagi digunakan dan kembali menggunakan nama asli mereka, Internazionale Milano. Usai Perang Dunia I, Inter keluar sebagai juara Serie A lagi di tahun 1953 dan yang ketujuh di tahun 1954. Inter meraih masa keemasan mereka yang kemudian disebut dengan La Grande Inter.

Sukses ini tidak lepas dari peran Carlo Masseroni, presiden klub Inter yang sudah menjabat sejak tahun 1942. Di era ini, Inter juga berhasil merajai Eropa. Inter yang dibesut oleh Helenio Herrera terkenal dengan strategi pertahanan Catenaccio. Di tahun 1963-64 dan 1964-65 Inter berhasil menjuari Liga Champions secara berturut-turut. Kehebatan Inter semakin menjadi-jadi setelah mereka berhasil meraih treble dengan meraih gelar scudetto, Piala Champions dan Piala Intercontinental.

Pada tanggal 18 Februari 1995 Massimo Moratti menggantikan Ernesto Pellegrini untuk menduduki kursi Presiden Inter. Moratti telah mengucurkan dana yang cukup besar untuk membeli banyak pemain. Tapi, Inter gagal merebut scudetto. Tercatat, Inter hanya mampu memenagi Piala UEFA musim 1997-98.

Semenjak kedatangan Roberto Mancini pada 2004, Inter kembali mencapai periode keemasannya. Diawali dengan raihan gelar Coppa Italia 2004-05, kemudian Mancini berhasil merebut Piala Super Italia 2005 dan ini menjadi gelar Piala Super Italia pertama sejak tahun 1989.

Pada musim 2005-06 banyak klub-klub besar di Italia terguncang skandal Calciopoli yang membuat Inter berhasil meraih scudetto. Banyak media yang mengatakan “Scudetto of Honesty” (juara dari sebuah kejujuran). Skandal ini membuat Juventus kehilangan kedua gelar scudetto-nya, yakni tahun 2005 dan tahun 2006 (diberikan kepada Inter Milan) dan membuat Juventus terdegradasi ke Serie B.

Musim selanjutnya Inter mampu meraih scudetto yang ke-15 dengan mudah, pasalnya klub pesaingnya seperti Juventus terdegradasi ke Serie B dan beberapa klub besar seperti Milan, Roma, Fiorentina dan Lazio mendapat hukuman pengurangan nilai karena terlibat skandal Calciopoli. Inter berhasil mencatatkan rekor 17 kemenangan secara berturut-turut di ajang domestik dan mematahkan rekor yang dipegang oleh Real Madrid dan Bayern Munich.

Musim selanjutnya 2006/2007, klub pesaingnya seperti Juventus yang harus bermain di Seri B dan beberapa klub besar seperti Milan, Roma, Fiorentina dan Lazio yang mengalami pengurangan nilai dari kasus Calciopoli, Inter pun dengan mudah memperoleh scudettonya yang ke-15. Inter juga sukses menorehkan rekor 17 kemenangan beruntun di kancah domestik, mematahkan rekor 15 kemenangan beruntun yang sempat diraih Real Madrid dan Bayern Munich. Namun saat itu Inter mendapatkan berita duka karena sang presiden, Giacinto Facchetti meninggal dunia.

Moratti pun akhirnya kembali menjabat sebagai Presiden Inter dan bertahan hingga sekarang.Musim 2007-08 terjadi konflik internal di Inter karena ketidaksepahaman Moratti dengan Roberto Mancini dan di akhir musim Mancini pun mundur dari jabatannya. Moratti lalu menunjuk Jose Mourinho sebagai allenatore baru Inter.

Kedatangan Mourinho benar-benar menjadi berkah bagi La Beneamata. Pelatih berjuluk The Special One itu sukses meraih Treble Winners yakni Scudetto, Coppa Italia, dan Liga Champions. Gelar Liga Champions terasa sangat spesial karena terakhir kali direbut Inter pada 1964-65. Inter juga tercatat sebagai satu-satunya klub Italia yang merebut Treble Winners.

Sayangnya, romantisme Inter Milan dan Jose Mourinho harus berakhir. Mourinho memutuskan untuk menukangi Real Madrid. Inter lalu menunjuk Rafael Benitez untuk menggantikan Mourinho. Benitez menyempurnakan prestasi Inter pada 2010 dengan merebut Piala Super Italia dan Piala Dunia Antarklub. Dengan demikian pada 2010, Inter sukses merebut 5 gelar sekaligus.

Namun, Benitez gagal memberikan performa gemilang di Serie A. Inter terancam gagal mempertahankan Scudetto yang telah direbut dalam 5 musim beruntun. Akhirnya, posisi Benitez pun digantikan oleh Leonardo. Leonardo sanggup membawa Inter menduduki posisi runner-up di Serie A dan menjuarai Coppa Italia. Ini membuat Inter selalu meraih minimal 1 gelar sejak musim 2004-05 hingga 2010-11.

Keputusan Leonardo yang memilih menjadi direktur teknik PSG membuat Inter seolah kehilangan arah. Pelatih baru Gian Piero Gasperini dipecat setelah hanya merebut 1 poin dari 5 laga Serie A. Pengganti Gasperini, Claudio Ranieri pun belum mampu memberikan prestasi maksimal. Untuk kali pertama sejak 2004-05, Inter Milan harus mengakhiri musim tanpa gelar. Beruntung, Tim Primavera Inter masih sanggup menjadi juara Liga Champions U-19.
GOALKEEPERS
DEFENDERS
MIDFIELDERS
FORWARD