Liverpool

MY FAVORITE CLUB - Liverpool FC

Position
4
Play
22
Win
13
Draw
6
Lost
3
Goal Drought
24
Points
45
Sejarah

Liverpool merupakan klub tersukses di Inggris Raya. Didirikan pada 1892 yang dipicu oleh perselisihan antara John Holding dengan Everton FC, Liverpool berubah menjadi klub yang mempunyai performa yang fantastis di kompetisi sepakbola Inggris. Liverpool pada awalnya bernama Everton Athletic, nama tersebut merupakan kependekan dari Everton FC and Athletic Grounds, Ltd. Namun, FA menolak untuk mengakui nama tersebut dikarenakan ada dua tim bernama Everton. Houlding pun kemudian memutuskan untuk memilih nama Liverpool FC.

Liverpool hanya butuh waktu yang relatif singkat untuk meraih gelar juara liga. Pada tahun 1900/01, Liverpool berhasil keluar menjadi kampiun Divisi Satu dan mengulanginya lagi lima tahun kemudian. Pada tahun 1914, Liverpool untuk pertama kalinya berhasil menembus babak final Piala FA, walaupun mereka harus menelan pil pahit karena dikalahkan Burnley 1-0. Liverpool pernah mengalami masa-masa sulit sebelum Bill Shankly bergabung dan menjabat sebagai manajer tim pada tahun 1959. Shankly merombak tim secara radikal dan menggunakan satu ruangan yang diberi nama The Boot Room untuk menggelar rapat pelatih.

Kesuksesan Liverpool bersama Shankly diteruskan oleh Bob Paisley. Berkat racikan tangan dingin Paisley, Liverpool berhasil meraih trofi Eropa untuk pertama kalinya. Di tahun 1972/73, Liverpool berhasil merebut Piala UEFA dan kemudian meraih Piala Champions empat tahun berikutnya. Masa keemasan Liverpool pun dimulai. Namun sayangnya, masa keemasan tersebut sedikit tercoreng oleh insiden Heysel dan Hillsborough pada tahun 1980-an. Kedua insiden mengerikan itu menelan korban nyawa penonton sepak bola dan peristiwa itu masih terus diingat sampai saat ini. Liverpool terakhir kali menjuari liga pada musim 1989/90 dan sudah terbilang cukup lama mereka harus menunggu guna merasakan sukses pertama di era Premier League.
Lambang
Dalam tradisinya, merah dan putih merupakan warna klub. Di era 1960an Liverpool merubah warna klub dari merah putih menjadi warna merah. Layaknya lambang klub yang terus menerus berubah mengikuti perkembangan sejarah Liverpool, dengan adanya dua kobaran api yang dimasukkan ke dalam lambang klub usai Tragedi Hillsborough untuk menghormati 96 suporter Liverpool yang tewas pada peristiwa itu. Liverpool telah bermarkas di Anfield semenjak didirikan, dan kemudian pindah ke stadiun yang baru bernama Stanley Park di tahun 2011.
Era keemasan
Liverpool sangat menonjol pada tahun 1970-an dan 1980-an. Pemain-pemain yang hebat pada masa ini termasuk Ray Clemence, Mark Lawrenson, Graeme Souness, Ian Callaghan, Phil Neal, Kevin Keegan, Alan Hansen, Kenny Dalglish (102 cap), dan Ian Rush (346 gol)

Liverpool mendapatkan era terbaiknya ketika masih dibesut oleh Bill Shankly. Pelatih ini lalu menjadi legenda Liverpool. Ia begitu dihormati karena sukses mengantarkan Liverpool kembali ke divisi utama setelah sebelumnya berada di divisi dua selama 8 musim. Untuk mengenang dan menghormati jasanya, dibuatlah patung Bill Shankly di pintu masuk Anfield.

Tragedi
Klub ini pernah terseret ke dalam dua tragedi besar dalam sepak bola Eropa, yaitu dalam Tragedi Heysel pada 1985 dan Tragedi Hillsborough pada 1989. Tragedi Heysel mengakibatkan klub-klub dari Inggris mendapat hukuman larangan bermain di ajang kejuaraan Eropa selama 5 tahun.

Treble
Liverpool sukses meraih treble, Liverpool menyabet dua gelar domestik (Piala Liga dan Piala FA) dan Piala UEFA pada musim 2000/01. Walau begitu, meraih treble tidak menjadi hal yang baru. Di tahun 1984 mereka berhasil menjadi juara Piala Champions, Piala Liga dan Liga Inggris.
GOALKEEPERS
Simon Mignolet - tahun C
Played : - | Goal : -
Simon Mignolet - tahun C
Played : - | Goal : -
Ádám Bogdán - tahun C
Played : - | Goal : -
DEFENDERS
Mamadou Sakho  - tahun C
Played : - | Goal : -
Dejan Lovren  - tahun C
Played : - | Goal : -
Martin Skrtel  - tahun C
Played : - | Goal : -
Tiago Ilori - tahun C
Played : - | Goal : -
Joe Gomez  - tahun C
Played : - | Goal : -
Alberto Moreno - tahun C
Played : - | Goal : -
Kevin Stewart - tahun C
Played : - | Goal : -
Nathaniel Clyne - tahun C
Played : - | Goal : -
Jon Flanagan  - tahun C
Played : - | Goal : -
MIDFIELDERS
Joe Allen - tahun C
Played : - | Goal : -
João Carlos Teixeira - tahun C
Played : - | Goal : -
Emre Can - tahun C
Played : - | Goal : -
Lucas Leiva - tahun C
Played : - | Goal : -
Jordan Henderson   - tahun C
Played : - | Goal : -
Jordan Rossiter  - tahun C
Played : - | Goal : -
Roberto Firmino - tahun C
Played : - | Goal : -
Coutinho  - tahun C
Played : - | Goal : -
Adam Lallana - tahun C
Played : - | Goal : -
Jordon Ibe  - tahun C
Played : - | Goal : -
FORWARD
Christian Benteke - tahun C
Played : - | Goal : -
Daniel Sturridge  - tahun C
Played : - | Goal : -
Danny Ings  - tahun C
Played : - | Goal : -
Divock Origi  - tahun C
Played : - | Goal : -